Wednesday, September 11, 2019

MEWUJUDKAN HABLU MIN ALLAH WA HABLU MIN ANNAS UNTUK MENJADI SHALIH RITUAL SHALIH SOSIAL

Apa itu Hablu min Allah wa Hablu min Annas?
Hablu min Allah adalah suatu istilah mengenai interaksi manusia kepada Allah. Sementara hablu mi an nas dapat diartikan sebagai interaksi sosial antar sesama manusia.

Mengapa keduanya perlu diwujudkan ?
Pertama, manusia perlu mewujudkan hablu min Allah karena sejatinya ia diciptakan oleh Allah yidak lain dan tidak bukan hanya untuk beribadah kepada-Nya. Selain itu manusia sebagai hamba tentu harus mengerti siapa yang menciptakanya.
Kedua, manusia perlu mewujudkan hablu min annas karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa melakukan apa apa sendirian. Jikalau ada manusia yang merasa ia mampu hidup sendiri tanpa bantuan siapapun sungguh ia telah mengingkari sifat Allah yaitu kiyamuhu binafsihi (yang berdiri sendiri, dalam artian tidak butuh bantuan siapapun). 

Bagaimana cara mewujudkan keduanya ?
Perwujudan Hablu min Allah adalah beribadah kepada Allah seperti halnya sholat, puasa dan lain-lain. Sementara hablu min Annas dapat diwujudkan dengan menyambung tali silaturahim, salinh tolong menolong hingga menumbuhkan rasa rukun diantara sesama.

Mana yang lebih penting diantara keduanya ?
Sejatinya keduanya sama pentingnya dan harus dilakukan semuanya. Namun terkadang manusia menitik beratkan kepada salah satu diantara keduanya. Misalnya saja ada manusia yang cenderung sangat khusuk dalam beribadah, namun disisi lain ia sangat acuh dalam hal sosial. Begitu pula sebaliknya. Padahal Islam telah memberikan banyak petunjuk akan pentingnya keduanya dan harus diselaraskan.

Apa bukti jika keduanya perlu diselaraskan ? 
Pertama, coba kita lihat rukun Islam, dalam rukun Islam tidak semuanya mengandung unsur ritual kepada Allah. Ada satu rukun Islam yang itu diwajibkan bagi kita agar kita mengerti perasaan antar sesama, yakni Puasa. Puasa adalah wujud dari unsur sosial yang mana hikmah dari puasa diantaranya adalah agar kita mengerti bagaimana rasanya orang fakir yang mungkin jarang makan. Selain itu Zakat juga mengandung unsur sosial. Kita diwajibkan untuk berzakat selain untuk menyucikan harta kita, juga diberikan untuk mereka yang kurang mampu.
Kedua, Dalam sholat, coba kita renungkan bersama. Sholat memang terkesan adalah ibadah ritual. Namun jika dipikirkan kembali, sholat adalah campuran dari ibadah ritual dan sosial. Sekarang kita renungkan, kita sholat diawali dengan niat dan menyebut nama Allah (ritual) namun ketika salam kita menoleh ke kanan sambil mengucapkan Assalamu'alaikum wr. wb yang intinya adalah do'a agar yang diberi ucapan salam diberikan keselamatan. Ketika kita menoleh ke kanan tentu kita akan memandang orang yang sholat disamping kita (jamaah). Dengan ucapan dan memandang ke teman sholat disamping kita tersebut sejatinya mengandung unsur sosial
Jadi, Masihkah kita beranggapan bahwa dengan ibadah yang khusuk kita telah merasa shalih merasa paling baik ?

No comments:

Post a Comment